assalamualaikum....
selamat datang di agungmuslim.blogspot.com


Semoga BLOG ini bermanfaat, Amin...

Rabu, 16 Juni 2010

PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT “LA ILAHA ILLALLAH”

PENJELASAN TENTANG MAKNA TAUHID DAN SYAHADAT
“LA ILAHAILLALLAH”
Firman Allah :
أولئك الذين يدعون يبتغون إلى رم الوسيلة أيهم أقرب
ويرجون رحمته ويخافون عذابه إن عذاب ربك كان محذورا
“Orang orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada tuhan mereka, siapa
diantara mereka yang lebih dekat ( kepada Allah ) , dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan siksaNya; sesungguhnya siksa Tuhanmu
adalah sesuatu yang ( harus ) ditakuti.” ( QS. Al Isra’, 57 )
وإذ قال إبراهيم لأبيه وقومه إنني براء مما تعبدون إلا
الذي فطرني فإنه سيهدين
“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapak dan kaumnya : sesungguhnya aku
membebaskan diri dari apa yang kalian sembah, kecuali (Allah) Dzat yang telah menciptakan aku, karena hanya Dia yang akan menunjukkan (kepada
jalan kebenaran).” (QS. Az zukhruf, 26-27 ).

اتخذوا أحبارهم ورهباهم أربابا من دون الله والمسيح بن
مريم وما أمروا إلا ليعبدوا إلها واحدا لا إله إلا هو سبحانه عما
يشركون
“Mereka menjadikan orang-orang alim dan pendeta-pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain
Allah, dan ( mereka mempertaruhkan pula ) Al Masih putera Maryam; padahal mereka itu tiada lain hanyalah diperintahkan untuk beribadah kepada satu sembahan, tiada sembahan yang haq selain Dia. Maha suci Allah dari perbuatan syirik mereka.” (QS. Al Taubah, 31 ).

ومن الناس من يتخذ من دون الله أندادا يحبوم كحب
الله والذين آمنوا أشد حبا لله
“Diantara sebagian manusia ada yang menjadikan tuhan-tuhan tandingan selain Allah,
mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, adapun orang-orang yang beriman
lebih besar cintanya kepada Allah.” ( QS. Al Baqarah, 165 ) .

Diriwayatkan dalam Shoheh Muslim, bahwa
Rasulullah bersabda :
" من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم
ماله ودمه وحسابه على الله "

“Barang siapa yang mengucapkan لا إله إلا الله dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka
haramlah harta dan darahnya, adapun perhitungannya adalah terserah kepada Allah”.
Keterangan tentang bab ini akan dipaparkan pada bab-bab berikutnya.
Adapun kandungan bab ini menyangkut masalah yang paling besar dan paling mendasar,
yaitu pembahasan tentang makna tauhid dan syahadat.
Masalah tersebut telah diterangkan oleh bab ini dengan beberapa hal yang cukup jelas, antara
lain :

1-Ayat dalam surat Al Isra’. Diterangkan dalam ayat ini sanggahan terhadap orang-orang musyrik, yang memohon kepada orang-orang yang sholeh,
oleh karena itu, ayat ini mengandung suatu penjelasan bahwa perbuatan mereka itu adalah
syirik besar (1).

2-Ayat dalam surat At taubah. Diterangkandalam ayat ini bahwa orang-orang ahli kitab telah
menjadikan orang-orang alim dan pendeta pendeta mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah, dan dijelaskan pula bahwa mereka hanya diperintahkan untuk menyembah kepada satu sesembahan, dan menurut penafsiran yang sebenarnya mereka itu
hanya diperintahkan untuk taat kepadanya dalam

(1 )Dapat diambil kesimpulan dari ayat dalam surat Al Isra’ tersebut bahwa makna tauhid dan syahadat “ La Ilaha Illallah” yaitu : meninggalkan apa yang dilakukan oleh orang orang musyrik,
seperti menyeru ( memohon ) kepada orang orang sholeh dan meminta syafaat mereka.
hal-hal yang tidak bermaksiat kepada Allah, dan tidak berdoa kepadanya.

3-Kata-kata Nabi Ibrahim kepada orang orang kafir : “sesungguhnya saya berlepas diri dari
apa yang kalian sembah, kecuali ( saya hanya menyembah) Dzat yang menciptakanku”.
Di sini beliau mengecualikan Allah dari segala sesembahan.
Pembebasan (dari segala sembahan yang batil) dan pernyataan setia (kepada sembahan yang haq, yaitu : Allah) adalah makna yang sebenarnya dari
syahadat “La Ilaha Illallah”.

Allah berfirman :
وجعلها كلمة باقية في عقبه لعلهم يرجعون
“Dan Nabi Ibrahim menjadikan kalimatsyahadat ini kalimat yang kekal pada
keturunannya, agar mereka ini kembali ( kepadajalan yang benar ).” (QS. Az Zukhruf, 28 )

4-Ayat dalam surat Al Baqarah yang
berkenaan dengan orang-orang kafir, yang
dikatakan oleh Allah dalam firmanNya :
وما هم بخارجين من النار
“Dan mereka tidak akan bisa keluar dari neraka”.
Disebutkan dalam ayat tersebut, bahwa mereka menyembah tandingan tandingan selain
Allah, yaitu dengan mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah, ini menunjukkan bahwa
mereka mempunyai kecintaan yang besar kepada Allah, meskipun demikian kecintaan mereka ini belum bisa memasukkan mereka kedalam agama Islam (1).
Lalu bagaimana dengan mereka yang cintanya kepada sesembahan selain Allah itu lebih besar dari cintanya kepada Allah ? Lalu bagaimana lagi orang-orang yang cuma
hanya mencintai sesembahan selain Allah, dan tidak mencintai Allah?
4-Sabda Rasulullah :
" من قال لا إله إلا الله وكفر بما يعبد من دون الله حرم
ماله ودمه وحسابه على الله "
“Barang siapa yang mengucapkan , لا إله إلا الله dan mengingkari sesembahan selain Allah, maka
haram darah dan hartanya, sedangkan perhitungannya kembali kepada Allah”.
Ini adalah termasuk hal yang penting sekali yang menjelaskan pengertian لا إله إلا الله . Sebab apa
yang dijadikan Rasulullah sebagai pelindung darah dan harta bukanlah sekedar mengucapkan kalimat itu dengan lisan atau memahami arti dan lafadznya, atau mengetahui akan kebenarannya, bahkan bukan pula karena tidak meminta kecuali kepada
Allah saja, yang tiada sekutu bagiNya, akan tetapi
(1 )Dari ayat dalam surat Al baqoroh tersebut diambil kesimpulan bahwa penjeLasan makna tauhid dan syahadat “ La Ilaha Illallah” yaitu : pemurnian kepada Allah yang diiringi dengan rasa rendah diri dan penghambaan hanya kepadaNya. harus disertai dengan tidak adanya penyembahan kecuai hanya kepadaNya. Jika dia masih ragu atau bimbang, maka
belumlah haram dan terlindung harta dan darahnya.
Betapa besar dan pentingnya penjelasan makna لا إله إلا الله yang termuat dalam hadits ini,
dan betapa jelasnya keterangan yang dikemukakannya, dan kuatnya argumentasi yang
diajukan bagi orang-orang yang menentangnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar